HI...... UNITED NATIONS, CAN YOU TELL ME WAHAT IS TRUE ..... FROM YOUR MOUTH....., I WILL BELIVE TO YOU IF YOU ARE HEARING WEST PAPUANS DEMANDING FOR A FREE WEST PAPUA, AND I CAN STOP LOUGHTING TILL GETINNGING FREEDOM
Devil’s Marbleyard 2
-
You’re almost to the top here. Over to the left you have to climb up some
rocks to get to the very top. Like I said since I had Kane with us I di...
Stop blaming the victim
-
Reading some posts on Facebook the other day, and someone put up a post
saying - brickbats to the person who stole her purse out of her car.
Someone else...
Two More Puskesmas Will Operate in Kaimana
-
One Community Health Centers or Puskesmas in the region Tugarni Group and
another one in Tairi, Kaimana will be operated soon. Those facilities are
intende...
Gelli Printing Fun Day!
-
Sunday 27th July 2014
Bava enjoyed a mini workshop with Art Teacher, Michele Briggs at the
Biloela Primary School.
It was a very relaxed and fun day wit...
besties birthdays
-
I have two (most wonderful) best friends. They happen to have been born
within two weeks of each other so I'm often thinking of present ideas
simultaneous...
My bestie married jor
-
Well Well Well.. from the picture above u can see my besty NUR AQILAH ROSLI already
MARRIED la~ congrates la my dear..
my friend whom i always called h...
The pursuit of happiness through creativity . . .
-
I have rediscovered the fun of crafting with fabric over the last year. My
Gran used to make quilts for her family and I always enjoyed them
immensely. I l...
John Butler
-
See, it doesn't matter how old you are, some parts of your innate
personality grow up and older with you. What's that got to do with John
Butler? I love h...
KOMITE AKSI NASIONAL RAKYAT PAPUA BARAT KORDINATOR WILAYAH JATENG-D,I,Y
KOMITE AKSI NASIONAL RAKYAT PAPUA BARAT KORDINATOR WILAYAH JATENG D.I.Y
Fakta sejarah kekerasan Negara NKRI terhadap kemanusiaan telah terbukti ketika rentetan peristiwa kekerasan Negara RI yang tersistematis, semuanya telah terbuka ketika wafatnya Suharto, selama dalam kepemimpinannya, kejahatan yang dilakukan sesuai laporan dari Komnas HAM melalui suatu Media Nasioanal KOMPAS pada hari selasa 29 Januari 2008 dikutip: Aceh (1976-1983 Operasi Militer I), (1989-1998 Operasi Militer II) kurang lebih 119 Orang, Lampung 1989 kurang lebih 246 Orang,Jakarta (1984) Tanjung Priok 79 Orang , Jawa I(1965 G/30 SPKI) 78.00 sampai 3 Juta Orang, Jawa II (1981-1983) penembakan misterius “Petrus” 5.000 Orang, Madura peristiwa Waduk Nipah (1993) 4 Orang, Pulau Buru (1969-1979) penahanan dan pembunuhan Aktivis 10.000 Orang, Papua (1976-1995 ) pembunuhan dan penghilangan paksa dalam sejumlah Operasi Militer 100.000 Orang.Beberapa data pelanggaran dan pembunuhan berencana secara paksa oleh Negara RI terhadap Masyarakat Sipil yang paling banyak adalah Papua Barat, rentetan operasi yang telah disebut diatas memberikan gambaran bagi kita semua bahwa kebrutalan Aparat Negara melalui Militer semakin menjadi-jadi terlebih khusus Wilayah Papua Barat hingga kini tak disentuh oleh hukum di NKRI.
Melihat rentetan kekerasan Negara terhadap kemanusiaan terlebih khusus di Tanah Papua Barat, terhitung sejak tanggal 1 - 31 Desember 2008 dibeberapa wilayah Konfederasi Papua Barat yaitu: Wamena, Nabire, Biak, serta Sorong (Sorong Selatan), dengan demikian Komite Aksi Nasional Rakyat Papua Barat (KANR-PB) menilai bahwa peristiwa ini mencoreng citra nama baik nilai-nilai Kemanusiaan serta penegakkan HAM dan Demokrasi di Dunia. Maka atas nama Rakyat Semesta Alam Papua Barat mengutuk dan mengecam keras atas tindakan –tindakan Represifitas Negara terhadap Kemanusiaan, tekad bulat dengan sikap yang jelas menyatakan sejumlah tuntutan bahwa:
Segerah menghentikan upaya Pemerintah Indonesia melalui kaki tangannya Militer (TNI-POLRI) atas Praktek –praktek Pemusnahan Ras Melanesia di Papua Barat dengan cara dan alasan apapun;
Hentikan Pengiriman Pasukan (Militer/TNI-POLRI) Organik dan Non-Organik yang mengakibatkan Trauma berkepanjangan serta membunuh Rakyat Papua Barat tanpa alasan yang jelas;
Bubarkan segala Organisasi/Institusi bentukan Pemerintah untuk membunuh Rakayat/Bangsa Papua Barat (KOREM, KODIM, BIN, BAAIS, BABINSA, GERAKAN MERAH PUTIH, JASUMA serta Institusi lain yang disebut satu persatu);
Segerah membuka ruang HAM dan DEMOKRASI serta memberikan Jaminan Penuh KEBEBASAN menyampaikan pendapat dimuka umum;
Segerah tangkap dan adili para pelaku penembakan WELINUS KOGOYA, ANUS PARAGAYE dan ISAK KEMAUK. Memberikan Solusi Terbaik Bagi Rakayat Papua Barat untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang ada diatas Tanah Papua Barat;
atas Nama Tulang Belulang Nenek Moyang, Anak Cucu, Khalik yang mulia serta Serta Alam Raya Papua Barat, pernyataan sikap ini dibuat untuk diperhatikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar